SRI RAHAYU

mencari dan memberi yang terbaik

 

Narsis itu apa ya ??

 

srira@ipb.ac.id

Pada awal-awal tahun ini sering terdengar kata narsis, apasih narsis itu?,  menurut Wikipedia bahwa Narsis atau dafodil (Narcissus) adalah tumbuhan dengan bunga atraktif yang hidup di daerah beriklim sedang dan subtropis. Karena keindahan bunganya, beberapa jenisnya dikembangkan menjadi tanaman hias yang berbunga pada musim semi. Tumbuhan ini berasal dari Eropa, Afrika Utara, dan Asia. Terdapat juga beberapa spesies narsis yang berbunga pada musim gugur. Meskipun Hortus Third [1] menyebut 26 spesies liar, namun Daffodils for North American Gardens[2] menyebut antara 50 dan 100, tidak termasuk varian-varian spesies dan hibrida liar. Melalui penyelidikan taksonomi dan genetika, diperkirakan bahwa jumlah spesies ini akan terus berubah.[3]

Salah satu jenis narsis, N. pseudonarcissus, menjadi sumber salah satu gen yang dipakai untuk merakit ‘Golden Rice’ (“beras emas”), suatu kultivar padi hasil rekayasa genetika yang populer.

Narsis menurut (dari bahasa Inggris) adalah narsisisme atau Narsisme (dari bahasa Belanda) adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang mengalami gejala ini disebut narsisis (narcissist). Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud dengan mengambil dari tokoh dalam mitos Yunani, Narkissos (versi bahasa Latin: Narcissus), yang dikutuk sehingga ia mencintai bayangannya sendiri di kolam. Tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya, sehingga ia tenggelam dan tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis.

Sifat narsisisme ada dalam setiap manusia sejak lahir[1], bahkan Andrew Morrison berpendapat bahwa dimilikinya sifat narsisisme dalam jumlah yang cukup akan membuat seseorang memiliki persepsi yang seimbang antara kebutuhannya dalam hubungannya dengan orang lain[2]. Narsisisme memiliki sebuah peranan yang sehat dalam artian membiasakan seseorang untuk berhenti bergantung pada standar dan prestasi orang lain demi membuat dirinya bahagia. [3] Namun apabila jumlahnya berlebihan, dapat menjadi suatu kelainan kepribadian yang bersifat patologis. Kelainan kepribadian atau bisa disebut juga penyimpangan kepribadian merupakan istilah umum untuk jenis penyakit mental seseorang, dimana pada kondisi tersebut cara berpikir, cara memahami situasi dan kemampuan berhubungan dengan orang lain tidak berfungsi normal. Kondisi itu membuat seseorang memiliki sifat yang menyebabkannya merasa dan berperilaku dengan cara-cara yang menyedihkan, membatasi kemampuannya untuk dapat berperan dalam suatu hubungan. Seseorang yang narsis biasanya memiliki rasa percaya diri yang sangat kuat, namun apabila narsisme yang dimilikinya sudah mengarah pada kelainan yang bersifat patologis, maka rasa percaya diri yang kuat tersebut dapat digolongkan sebagai bentuk rasa percaya diri yang tidak sehat, karena hanya memandang dirinya lah yang paling hebat dari orang lain tanpa bisa menghargai orang lain. [4] http://id.wikipedia.org/wiki/Narsisisme

Namun ada juga yang berpendapat bahwa narsis adalah perbuatan yang   biasanya ingin terlihat beda. Sehingga kata narsis juga bisa diartikan secara positip dan juga negative, bentuk positif dari kata narsis adalah memperllihatkan status keberadaan seseorang untuk mempromosikan dirinya dan mengekspresikan diri bahwa dia memang benar-benar beda dari orang lain dan orang ini memang punya wawasan yang luas, cerdas, terampil dalam berbagai bidang serta seabreg pengalaman dan yang ini perlu ditiru tentang keberhasilannya. Sisi negative dari narsis itu sendiri adalah  mengandalkan ambisi,  meyakinkan orang dengan argument-argumen yang belum pernah dialaminya, untuk selanjutnya terserah anda.

 

No Responses to “Narsis itu apa ya ??”

 

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.